Jumat, 15 Oktober 2010

makul : resolusi konflik global

KONFLIK

Berdasar pada nature of conflict, Konflik terdapat dan berada dalam suatu negara, yang bentuknya seperti perang sipil, pemberontakan senjata, kekerasan, dan bentuk perang dalam negeri lainnya. Dua elemen kuat yang sering dikombinasikan dalam suatu konflik yaitu identitas dan distribusi. Identitas seperi bahasa, agama, budaya, dan lainnya, sedangkan distribusi seperti hubungan dalam sumber daya ekonomi, politik, dan sosial dengan masyarakat. Konflik muncul karena adanya suatu kepentingan maupun keadaan yang berbeda dari yang apa diharapkan. Untuk meminimalisasi atau mengatasi suatui konflik, upaya penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan manajemen konflik. Manajemen konflik bukan suatu tindakan penyelesaian utuh tanpa konflik apapun, tetapi lebih mengarah pada penyelesaian bagaimana menyelesaikan dengan cara yang konstruktif dan bagaimana menentang pihak lawan dengan melakukan proses kerjasama. Mengapa melakukan proses manajemen konflik dan apa yang hal itu termasuk solusi? Untuk mencapai hasil, perlu adanya proses. Proses disini meliputi bagaimana cara pihak berselisih memperoleh outcome yang diinginkan bersama. Karena konflik bisa berdampak negatif maupun berdampak positif. Konflik adalah interaksi dari beberapa keinginan dan tujuan yang berbeda dan berlawanan yang didalamnya perselisihan bisa diproses, akan tetapi tidak secara pasti diselesaikan. Dalam hal ini ada kebutuhan untuk bergeser menjauh dari berpikir mengenai penyelesaian konflik menjadi mengelola konflik/manajemen konflik. Demokrasi merupakan sistem manajemen konflik tanpa adanya tindak kekerasan. Demokrasi menawarkan sarana penanganan damai bagi konflik yang mengakar melalui kerangka kerja yang saling terbuka, adil dan dapat dipercaya. Sistem demokratis dalam pemerintahan memiliki derajat legitimasi, kemampuan saling terbuka, fleksibilitas dan kapasitas untuk beradaptasi terus menerus yang memunkinkan konflik dikelola secara damai. Dalam hal ini negosiasi adalah suatu opsi yang digunakan dalam pencapaian suatu manajemen konflik. Pihak yang berselisih tidak secara langsung berbicara kepada pihak lawan untuk mencari solusi, tapi mereka harus berkomunikasi secara efektif. Negosiasi dilakukan bisa menghasilkan solusi yang integratif.

Referensi :

Harris, Peter and Ben Reiley, eds. 1998. Democracy and Deep-Rooted Conflict. Option of Negoti\ation. Stockhlom : IDEA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar